LGBT dalam Islam

Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kini semakin marak diperbincangkan, baik di Indonesia pada khususnya, maupun dunia pada umumnya. Satu hal yang menjadi pertanyaan ialah,

Bagaimana perspektif  hukum khususnya Islam sebagai agama mayoritas di negara Indonesia dalam menyikapi kaum dengan
ciri khas bendera pelangi tersebut ?

Muncul berbagai pro dan kontra mengenai golongan LGBT. Tak jarang, mereka

yang menginginkan agar LGBT dilegalkan di Indonesia menjadikan hak asasi manusia (HAM) sebagai tameng utama. Kemerdekaan berekspresi merupakan salah satu hak fundamental yang diakui dalam sebuah negara hukum yang demokratis dan menjunjung tinggi HAM.

Indonesia sebagai salah satu negara hukum, jaminan mengenai kebebasan berekspresi diatur dalam UUD 1945 Amendemen II, yaitu Pasal 28 E ayat (2) yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”. Selanjutnya, dalam ayat (3) diyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,

Al-Quran menyebut kisah “orang-orang Lut” dibinasakan oleh kemurkaan Tuhan kerana mereka terlibat dalam tindakan nafsu “birahi” dalam golongan lelaki.

Memang benar, setiap manusia mempunyai kebebasan masing–masing, tapi jika ditelaah lebih dalam bahwa kebebasan yang dimiliki berbanding lurus dengan batasan yang harus dipenuhi pula, seperti apakah melanggar agama, kesusilaan, kepentingan umum, hingga keutuhan bangsa?

Dalam Islam sudah terang Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, melarang keras hamba-Nya agar tidak masuk golongan orang-orang yang menyukai sesama jenis, seperti lesbi maupun gay, biseksual, dan transgender. Alquran sebagai sumber ajaran agama Islam di dalamnya terdapat berbagai pelajaran mulai dari cerita masa lampau hingga ramalan masa kini. Salah satunya, kisah pada zaman Nabi Luth, kaumnya yang terkenal sebagai penyuka sesama jenis dilaknat Allah SWT dengan azab amat pedih. Ini merupakan pertanda bahwa Allah SWT tidaklah menyukai perbuatan tersebut.

Indonesia pun sebagai negara berdaulat dan memiliki hukum sendiri sudah jelas tertera di Pasal 1 UU No 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Dapat disimpulkan bahwa tidak dibenarkan bila kaum LGBT menjadi legal di Indonesia, mengingat kembali Indonesia merupakan negara hukum dengan masyarakat yang menghargai tradisi dan agama masing-masing. diolah dari republika